search

Selasa, 09 Oktober 2018

Calm


Dear Heart . . .



Setelah beberapa hari merenungkan banyak hal atas apa yang terjadi. Hanya membutuhkan kesendirian. Biarkan untuk tidak berkeluh kesah kepada siapapun, hingga engkau-pun mengerti maksud dari semua yang telah terjadi.

Puncak ujian datang ketika cita-cita yang kamu dambakan tidak terkabul. Aku hanya ingin bekerja sesuai dengan apa yang aku inginkan dan aku akan melanjutkan studi hingga mencapai puncak karierku.

Itu hanya sebatas rencanamu. Segala persiapan jauh hari telah kamu persiapkan. Namun, hanya Tuhan-lah yang tahu mana yang terbaik bagimu.

Tuhan, aku tahu. Setelah impian yang aku inginkan tidak terwujud, hidupku berantakan. Imanku menurun dan tentu itu sangat mempengaruhi segala kehidupanku.

Rupanya, status hijrahku masih hanya untuk dunia semata. Meski sudah aku selipkan niat amal baik, namun tetap mungkin Allah lebih tahu yang terbaik.

Jika yang Engkau beri sekarang adalah pengobat laraku, maka memang hamba belum siap menerima segala hal yang telah Engkau rancang sedemikan sempurnanya. Namun segala yang memang sudah sepatutnya terjadi telah aku lalui meski membutuhkan kesabaran lebih.

Terimakasih atas ujian yang telah Engkau beri. Dan terimakasih telah memberi orang-orang yang dengan baiknya mengingatkanku dengan keikhlasan mereka.