search

Sabtu, 21 Juli 2018

Mengingat-ingat mati

MENGINGAT-INGAT MATI

Apa sih guna mengingat-ingat mati? Sebagai makhluk berakal, setiap manusia sadar sesadar-sadarnya bahwa dia akan mati. Tetapi sering sekali ada manusia yang lupa saja bahwa dia pasti akan mati. Dia bertingkah laku seakan-akan ia akan hidup selama-lamanya di atas dunia ini.
Salah satu ajaran agama Islam yang sulit dapat dimengerti oleh sebahagian orang, ialah bahwa agama Islam menganjurkan kepada umatnya agar sering-sering mengingati mati, sedang mati itu adalah satu kejadian yang tidak menarik, malah mengerikan. Untuk apakah gerangan agama Islam menyuruh ummatnya mengingati akan sesuatu yang menakutkan dan mengerikan itu? Apakah hal itu tidak membawa bahaya, melenyapkan kegembiraan hidup, dan menjadikan seseorang menjadi malas bekerja?
Disebutkan dalam sebuah hadits,
عن ابن عمر رضى الله عنهما قال : اتيت النبي صلى الله عليه وسلم عا شرة فقام رجل من الانصار فقال : من اكيس النس و احزم الناس ؟ قال : اكثر هم ذكرا للموت واكثرهم استعدادا للموت، اوﻟﺌﻚ الاكيس، ذهبوا بشرف الدنيا وكرامة الاخرة.
(رواه الطبرانى باسناد حسن) فقه السنة : ٤٤٤
“Berkata Ibnu Umar r.a. : Pada suatu hari aku datang menjumpai Rasulullah s.a.w. sedang berada di tengah-tengah Sahabat-sahabat beliau yang terkemuka. Tiba-tiba salah seorang Sahabat dari Anshar berdiri dan bertanya kepada Rasulullah s.a.w. : Ya Nabi Allah, siapakah manusia yang paling pintar dan siapa pula yang cerdas otaknya? (Manil akyasu ya Rasulullah?).
Rasulullah s.a.w. lalu menjawab: Yang paling cerdas dan yang paling banyak mengingat-ingat mati, dan yang paling banyak sedia bekal untuk menghadapi mati (Al Akyasu aktsarukum zikram lil mauti).
(H.R. Thabrani.)
Orang yang paling banyak mengingat mati itulah dianggap oleh Rasulullah s.a.w. sebagai orang yang paling cerdas karena orang yang pintar dan cerdas adalah orang yang paling banyak mengingat mati itulah yang paling lengkap persediaan bekal untuk mati, sehingga dialah orang yang mendapat kemuliaan di dunia dan kehormatan di akhirat nanti.
Diriwayatkan dari Ibnu Umar, bahwa Rasulullah s.a.w. pernah berkata :
وعن ابن عمر رضى الله عنهما قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : اكثروا من ذكر هاذم اللذات.
(رواه الطبرانى باسناد حسن) فقه السنة : ٤٤٤
“Perbanyaklah mengingati haazimul lazzat yaitu mati.”
(H.R. Tabrani).
Rasulullah s.a.w. bersabda :
“Bila hati seorang sudah dimasuki oleh Nur (cahaya Iman), maka itu akan menjadi lapang dan terbuka.”
Setelah mendengar ucapan Rasulullah s.a.w. itu, banyak orang yang bertanya,
“Apakah tandanya hati yang lapang dan terbuka itu ya Rasulullah?”
Rasulullah menjawab,
“Ada perhatian terhadap kehidupan yang kekal di akhirat nanti, dan timbul kesadaran dan pengertiannya terhadap tipu daya kehidupan dunia sekarang ini, lalu dia bersedia menghadapi mati sebelum datangnya mati itu.”
(H.R. Ibnu Jurair).
Akhirnya Rasulullah bersabda :
“Cukuplah mati itu sebagai guru atau pelajaran.”
(H.R. Tabrani).
Bila hadist-hadits itu dibalikkan, dapat dinyatakan bahwa sebodoh-bodoh manusia di dunia ini ialah orang yang lupa atau tak pernah mengingati akan mati. Orang yang lupa sama sekali akan mati, tidak pernah ingat akan mati, sama bodohnya dengan binatang.
Sebahagiaan besar kebobrokan masyarakat manusia dan bangsa dimasa-masa akhir ini antara lain disebabkan sebahagiaan besar manusia sudah tidaka ingat lagi akan mati, sudah lupa akan mati.
“Dimana saja kamu berada, mati pasti akan menjumpaimu, sekalipun kamu berada dalam Mahligai yang kokoh kuat.”
(An Nissa’ 78)
“Tidak seorang manusiapun sebelumnya yang kekal (yang Kami jadikan kekal). Maka sekiranya engkau mati, apakah mereka akan hidup kekal? Tiap diri (manusia) akan merasakan kematian. Dan Kami akan cobai kamu (dalam kehidupan ini) dengan kesusahan dan kebaikan, dan kepada Kamilah kamu akhirnya akan dikembalikan.”
(Al Anbiya’ 34-35)
            Demikianlah penjelasan dan guna mengingat mati, agar kita sadar bahwa setiap makhluk yang bernyawa pasti akan mengalami mati. Lihatlah, bukan hanya manusia yang mengalami mati, tapi juga hewan dan tumbuhan. Tetapi mereka tak mempunyai akal dan pikiran bahwa mereka pasti akan mati. Nah, temen-temen yang nggak pernah mengigat mati atau tak percaya akan hal kematian berarti kalian sama dengan mereka. Hehehe...