search

Kamis, 08 Maret 2018

Belajar dan Berjuang

Setelah beberapa akhir-akhir ini, aku menemukan poin-poin penting dalam kehidupan. Yang aku pahami bahwa masalah yang datang tidak lain adalah untuk kembali ke jalan-Nya, seperti mendapatkan hidayah. Dan mawas diri ini membuatku semakin ingin mendalami ilmu agama serta semangat dalam berjuang menggapai cita-cita dan surga-Nya.



Setiap manusia mengakui eksistensi adanya Zat Yang Maha Agung dengan keyakinan yang berbeda-beda. Hanya saja keyakinan akan Tuhan perlu diarahkan. Begitu juga dengan perbuatan yang dilakukan. Apakah Baik atau tidak, kita bisa menilainya. Lalu sebetulnya apa tujuan hidup ini?


Aku mencoba membuat poin-poin agar mudah dibaca dan diingat supaya tetap semangat dan menjadi inspirasi banyak orang.


1. Dasar tujuan hidup


Pernah aku membaca sebuah hadits yang isinya seperti berikut,
"Setiap kalian adalah pengembala (ra'in) dan setiap pengembala akan dimintai pertanggungjawaban atas gembalanya. Seorang pemimpin (imam) adalah pengembala dan akan dimintai pertanggungjawaban atas gembalanya. Seorang pria adalah pengembala di keluarganya dan akan dimintai pertanggungjawaban atas gembalanya. Seorang wanita adalah pengembala terhadap rumah suaminya dan akan dimintai pertanggungjawaban atas gembalaanya. Bahkan setiap pembantu adalah pengembala terhadap harta majikannya dan akan dimintai pertanggungjawaban atas gembalaannya ini." HR. Bukhori.

Berdasarkan hadits tersebut, sesungguhnya Nabi Muhammad SAW sedang memberi penegasan kepada kita bahwa di dalam ajaran Islam, setiap muslim laki-laki dan perempuan adalah juru dakwah atau pengembala. Inilah yang dimaksud bahwa dakwah di dalam ajaran Islam adalah kewajiban setiap muslim dan muslimah. Dalam fikih, dakwah hukumnya adalah fardu 'ain, yakni kewajiban setiap individu.


2. Hakikat Dakwah

 


Dalam ajaran Islam tugas dakwah itu adalah tanggung jawab setiap individu muslim. Bukan seperti agama lain bahwa tugas kewajiban berdakwah ialah para pemimpin agama (pendeta dan rahib). Sayangnya persepektif umat muslim tentang dakwah mengikuti ajaran agama lain. Jadi dalam ajaran Islam tugas dakwah itu adalah tanggung jawab setiap individu muslim. Bukan hanya ulama, khotib, ustadz, guru ataupun kyai yang melakukan dakwah tapi seluruh umat muslim.


Q.S. Al Imran ayat 110 menjelaskan bahwa dakwah yaitu amar ma’ruf nahi munkar, yakni mengajak kepada yang ma’ruf dan mencagah dari yang munkar. Dakwah itu bukan hanya sekedar tampil di mimbar dengan menyampaikan ayat-ayat. Menolong orang lain juga merupakan dakwah. Bekerja dengan sungguh-sungguh dan ikhlas juga merupakan dakwah. Jadi hakikat dakwah sebetulnya semua ajakan terhadap kebaikan. Jangan pernah merasa bahwa diri sendiri tidak pantas untuk melakukan hal-hal baik. Itu kewajiban setiap individu bukan hanya kewajiban para tokoh agama.


3. Manusia sebagai makhluk sosial


Dalam shalat dianjurkan untuk berjamaah, hal ini mengandung maksud bahwa kebersamaan jauh lebih utama daripada sendirian (munfarid). Maka itu berarti bahwa Islam mengajarkan tentang kebersamaan, tidak berlaku egois, mau menang sendiri, atau memiliki sifat dan sikap individualis. Sikap yang seharusnya ditunjukkan oleh kaum muslim ialah berlaku tenggang rasa dan peduli terhadap orang lain. Saling membantu, gotong royong, bermusyawarah untuk mengenal satu sama lain dengan berbagai macam karakter.


Ada orang-orang yang memiliki pikiran seperti, “apa yang ada didepan mata, aku kerjakan. Dan apa yang terjadi di masa yang akan datang ikuti saja” boleh berpikiran dan berkata seperti itu, namun masa depan tetap harus dipikir. Seperti kita mengendarai kendaraan, apakah kita hanya melihat apapun yang paling dekat di depan kendaraan kita? Tentu tidak. Tentu kita juga melihat apapun yang jaraknya agak jauh untuk berjaga-jaga agar tidak terjadi sesuatu saat kita mengendarai kendaraan tersebut. Sama halnya dengan menjalani hidup ini, kita butuh rencana. Rencana yang baik untuk diciptakan dan direalisasikan.


4. Pemuda harapan Allah SWT.


Masjid-masjid itu sepi oleh anak-anak muda. Orang-orang tua sibuk dengan pekerjaanya dan sebagian kecil orang tua meramaikan rumah Allah, meskipun tetap tidak seramai tempat peminjaman atau pengambilan uang. Kegiatan-kegiatan dan hari-hari besar Islam sepi oleh anak mudanya, karena kita terlena dengan kemewahan duniawi. Kita lupa dengan ukhrawi kita. Kalau bukan kita yang memperjuangkan siapa lagi? Jika tidak dapat direalisasikan bersama apakah aku mampu merealisasikan rencana baik sendiri? Tentu tidak. Aku sangat membutuhkan orang lain untuk mewujudkannya.


Planning pertama ialah sholat subuh berjamaah. Rasanya pasti sangat luar biasa dapat meramaikan masjid oleh pemuda-pemuda tangguh. Melawan hawa nafsu untuk bangun menuju rumah Allah. Nikmat luar biasa ialah ketika kita masih diberi nafas dan bangun dengan kesehatan yang baik. Maka, manfaatkan nikmat tersebut untuk mendapat ridho Allah. Sangat dan sangat beruntung sekali kita masih diberi kesehatan, tidak ada cacatpun untuk nikmat kesehatan kita. Tunggu apa lagi untuk membalas kebaikan Allah? Apakah harus menunggu kehilangan sesuatu? Entah kehilangan kesehatan, kebahagiaan atau nafas kita.


5. Peradaban maju berbasis spiritualitas


Sehubungan dengan profesiku sebagai seorang Kepala Dusun, mengemban amanah banyak orang dan berjanji kepada Tuhan untuk menjadi seorang pemimpin yang minimal baik. Meskipun saat ini aku masih berproses dalam kebaikan, dapat menjadi teladan banyak orang dan melaksanakan tugas sesuai dengan aturan. Tentu tidak lupa sebagai hamba Allah yang berjuang untuk agama-Nya.


Kita semua sedang membangun peradaban maju: the garden of civilization. Jika sudah terpatri maka bekerja untuk menghasilkan karya unggulan yang akan membuat Islam semakin gemilang, yang membawa ruh perubahan, pioneer bagi pembangunan negeri yang kita cintai ke arah baik. Untuk mengusung peradaban berbasis spiritualitas.

"Kita tidak bisa mengubah masa lalu dengan penyesalan belaka. Tetapi kita bisa meraih apapun di masa depan, dengan mengubah cara dan kebiasaan buruk masa lalu. Think and act!" - Andrie Wongso

Ya Allah, jadikan aku pribadi yang baik. Jadikan aku seorang hamba-Mu yang terus berjuang demi agama-Mu dan terimakasih telah mengirimkan orang-orang yang mencintai dan menyayangiku dengan tulus.



Madiun, 07 Maret 2018 Pukul 23. 06 WIB.