Assalamu’alaikum....
Salam bahagia untuk semuanya....
Saat hendak mengetik judul untuk blog ini, aku jadi bingung.
Karena sebetulnya memang kemarin-kemarin aku sedang galau dan setelah aku
merenung beberapa hari yang lalu, barulah aku sadar bahwa sebetulnya aku hanya
ingin menulis. Dari dulu aku selalu suka menulis. Hehe, karena jaman sudah
berkembang jadi aku juga memanfaatkan teknologi yang ada dong... 😼
www,kanglondo.wordpress.com
Salah satu caraku untuk memperbaiki diri adalah dengan menulis. Kenapa? Karena ketika hati sebel, bosen, marah, senang, jatuh cinta, terharu dan sebagianya kita tulis pada apapun itu, maka kita akan dapat berpikir dan menilai apa yang kita lakukan atau orang lakukan sudah benar atau tidak menurut persepsi kita masing-masing. Perlu diingat bahwa kita memang tidak bisa memutuskan bahwa kita paling benar atau salah tapi sudah sejatinya manusia diberi bekal untuk menilai sesuatu dengan akal pikiran dan hati nuraninya dengan tetap menyingkirkan sifat ke-egoannya agar tidak melulu menilai diri sendiri adalah makhluk yang paling benar. Lanjut, ini pengecualian untuk status tidak jelas loh ya... Seperti di facebook, WA story, Instagram dengan caption ala-ala, hehehe sama sekali yang aku maksud bukan itu semua. Tapi lebih ke arah tulisan yang berbobot.
www.atalent.fi
Kali ini aku akan menjelaskan apa perbedaan tentang aku menulis di buku dan menulis di blog. Aku menulis di dua tempat, yang pertama di blog dan yang
kedua di buku pribadiku. Aku akan mengemukakan pendapatku. Kenapa aki suka
menulis di blog? Apakah aku sedang membuka aib? Tidak dan bukan! Yang aku tulis
di blog adalah catatan yang semoga dapat menjadi pembuka pikiran dan perasaan
orang lain, pengingat atau reminder yang sebetulnya lebih aku tujukan kepada diri aku sendiri, dan semoga dapat menginspirasi orang lain. Sedang
catatan-catatan pribadiku, aku tutup rapat di buku harian.
Perasaan terkejut atas
suatu kejadian tidak hanya memakan waktu sehari, dua hari saja. Bisa sampai ada
yang bertahun-tahun tapi untuk hati yang tidak memiliki iman. Bagi aku yang
belum termasuk manusia baik atau hamba Allah yang taat, perasaan galau karena
dihadapkan sesuatu yang mengejutkan bisa sampai berbulan-bulan. Itu nanti belum
ketambahan masalah lain yang pasti selalu ada entah datangnya tak dapat ditebak
jadi menambah kegalauan hati. Bingung, frustasi harus ngapain? Melamun? Pernah.
Tapi itu tidak baik! Beneran guys, bener-bener gak baik bagi kesehatan jiwa. Kalau
ada masalah, segeralah bercerita kepada keluarga terutama. Kalau gak ada
keluarga yang dapat diajak bercerita, bisa kepada orang yang kamu percaya.
www.humairoh.com
Kalaupun
tidak ada? Jawaban terbaiknya adalah ngadu sama Tuhan kalian, kepercayaan
kalian. Setiap manusia secara fitrah telah mempercayai bahwa hidupnya telah di
atur oleh Sang Maha Pencipta atau Penguasa alam semesta. Aku sendiri orang
Islam maka Tuhan-ku adalah Allah SWT. Tenang, kalau kita mengadu sama Sang
Penguasa bukannya kita tambah masalah melainkan mendapat solusi yang terbaik,
entah dengan cara apapun itu. Sedang dengan jika kita bercerita kepada orang
lain, terkadang orang yang kita ajak bicarapun sedang ada masalah atau dia
tidak dapat memberikan solusi. Tapi setidaknya hati kita lebih baik dengan sedikit
mencurahkan masalah kita kepada seorang yang kita percaya, daripada harus
menutupnya erat sendirian yang akan menjadikan stress pikiran. Jangan lupa untuk
memilih orang yang tepat untuk diajak berbicara mengenai masalah pribadi kita
dan utamakan keluarga kita (jika ada) karena mereka adalah orang pertama dan
terakhir dalam hidup kita. ⌣
Sekian tulisanku untuk kali ini (kenapa aku gak bilang hari
ini, karena mungkin bisa saja hari ini aku bisa menulis banyak he-he-he). Wassalamu'alaikum...




