Bagaimana dengan keadaanmu
hari ini? I’m verry well. Apapun kondisi badanmu saat ini bilang kalau
kamu sangat bahagia. Kadang ada perasaan sedih karena apa yang kamu inginkan
(belum) tercapai. Mengenai kemarin kalau hatinya sudah berprasangka baik
bakalan mikirnya baik, kalau enggak ya enggak. Kalau pingin nangis sih jujur
pingin nangis. Tapi kok cengeng amat, cuman masalah kecil kayag begini aja
masak gak kuat?
Hy tulisanmu, bilang
disuruh seseorang ya daftar perangkat desa ini? ya udah sekarang aku boleh
bilang? Masing-masing perangkat desa punya jagonya masing-masing. Kebetulan, dua
orang mendukungku. Emang salah kalau didukung? Bosku juga punya jago sendiri
yang tentunya bukan aku, begitu juga dengan perangkat lain. Kok bisa bilang itu
sudah direncanakan gimana? Biasanya orang yang bilang seperti itu emang dasar
hatinya gak baik. Kamu masih punya orang tua lengkap. Aku? Aku sudah tidak
memiliki bapak, bagaimana ya menjalani kerasnya hidup ini tanpa seorang bapak? Coba
kamu katakan (orang-orang yang selalu curiga) kepadaku. Anda kaya, tapi gak
seharusnya menjudge seenaknya. Saya disini juga mengikuti skenario Allah SWT.
Sebetulnya orang mau bilang apa terserah sih, tapi jujur ada rasa lelah
mendengar perkataan orang-orang yang kebenarannya tidak bisa dipertanggung
jawabkan. Apa yang kamu tanam adalah apa yang nanti kamu petik. Hidup adalah
untuk berlomba-lomba mencari kebaikan. Ketika kamu tidak bisa berlomba dalam
hal kebaikan setidaknya tidak menyebar perkataan yang sekiranya tidak kamu
ketahui keebenarannya. Saya bisa saja berdoa yang tidak baik kepada anda tapi
saya tidak mau karena doa yang kita tujukan kepada orang lain akan kembali
kepada kita juga.

