search

Selasa, 26 Desember 2017

Loving My Job, Loving My Life (Part 2)



Bagaimana dengan keadaanmu hari ini? I’m verry well. Apapun kondisi badanmu saat ini bilang kalau kamu sangat bahagia. Kadang ada perasaan sedih karena apa yang kamu inginkan (belum) tercapai. Mengenai kemarin kalau hatinya sudah berprasangka baik bakalan mikirnya baik, kalau enggak ya enggak. Kalau pingin nangis sih jujur pingin nangis. Tapi kok cengeng amat, cuman masalah kecil kayag begini aja masak gak kuat?
Hy tulisanmu, bilang disuruh seseorang ya daftar perangkat desa ini? ya udah sekarang aku boleh bilang? Masing-masing perangkat desa punya jagonya masing-masing. Kebetulan, dua orang mendukungku. Emang salah kalau didukung? Bosku juga punya jago sendiri yang tentunya bukan aku, begitu juga dengan perangkat lain. Kok bisa bilang itu sudah direncanakan gimana? Biasanya orang yang bilang seperti itu emang dasar hatinya gak baik. Kamu masih punya orang tua lengkap. Aku? Aku sudah tidak memiliki bapak, bagaimana ya menjalani kerasnya hidup ini tanpa seorang bapak? Coba kamu katakan (orang-orang yang selalu curiga) kepadaku. Anda kaya, tapi gak seharusnya menjudge seenaknya. Saya disini juga mengikuti skenario Allah SWT. Sebetulnya orang mau bilang apa terserah sih, tapi jujur ada rasa lelah mendengar perkataan orang-orang yang kebenarannya tidak bisa dipertanggung jawabkan. Apa yang kamu tanam adalah apa yang nanti kamu petik. Hidup adalah untuk berlomba-lomba mencari kebaikan. Ketika kamu tidak bisa berlomba dalam hal kebaikan setidaknya tidak menyebar perkataan yang sekiranya tidak kamu ketahui keebenarannya. Saya bisa saja berdoa yang tidak baik kepada anda tapi saya tidak mau karena doa yang kita tujukan kepada orang lain akan kembali kepada kita juga.


Selamat mengemban tugas baru bagi saya. Bismillah Ya Allah . . .