search

Minggu, 05 Mei 2019

FORGIVE

Hari ini aku ingin sekali menulis beberapa hal tentang sesuatu yang aku pahami. Yang aku pikirkan secara dalam-dalam, bertemu dengan beberapa orang, hingga aku mengerti dibalik semua ujian dalam hidup.

Tulisan ini begitu spesial sebab aku menulis saat esok hari sudah masuk bulan ramadhan, bulan yang penuh barokah. Bulan yang kita tunggu-tunggu setiap tahunya. Bulan yang dimana tiap kita melakukan amal kebaikan pahalanya berlipat. Masya’ Allah.. Rindu ketika bangun sahur, rindu ketika berbuka bersama dan rindu ketika shalat tarawih.



Entah apa tapi ada kecenderungan diri untuk segera menulis, mengungkapkan apa-apa yang selama ini menjadi beban. Wahai awan, aku bahagia melihat sang mentari bersahaja menemani dan menghangatkan hati yang terlalu dingin. Terimakasih telah memberikan kedamaian yang engkau berikan melalui semilir angin hingga kupu-kupu tertawa dan terbang dengan sayapnya bersama kawannya. Suasana yang sangat mendukung untuk segera menulis.

Terimakasih Tuhan telah memberikan kesempatan bagiku untuk dapat menulis dan bersabar. Hanya butuh waktu panjang untuk memikirkan ini.

Hai dunia, aku ingin memahamimu lebih dalam. Aku ingin merasakan nikmatnya lelah pada tiap peluh keringat sebagai bukti bahwa aku telah mencari rizki-rizki-Nya di dunia. Butuh waktu jua untuk memantaskan diri, mempersiapkan diri menjadi muslimah yang tetap berkarya sebagai bentuk kontribusi pada negeri. Love my self, aku sangat mencintai diriku sendiri yang membuatku semangat untuk tetap belajar dan bermuhasabah.

Menikah. Bukan berarti aku tidak ingin menikah... Aku ingin menikah, tapi aku sadar bahwa aku sedang berproses dan menyiapkan diri untuk menjadi seorang ibu. Yang dapat menjadi tauladan bagi anaknya kelak. Dan bersyukur aku telah berproses memperbaiki. Semoga Allah tetap membersamai pada tiap jalan proses ini.

Untuk seseorang yang pernah datang ke rumah dengan maksud dan tujuan yang baik, aku sangat berterimakasih dan meminta maaf kepadamu. Bukan bermaksud aku tak menerima tapi rasanya jarak antara aku untuk menyesuaikan diri dengan pekerjaan baru, jarak antara menyembuhkan diri dengan batalnya berkarier, terlalu singkat. Iya, aku membutuhkan waktu untuk belajar memahami itu semua. Dan percaya, bahwa Tuhan Maha Baik, lebih dari yang kita ketahui.


Bukannya aku tidak menyukai pekerjaan baru ini, hanya saja untuk menjadi seseorang yang berpengaruh di lingkungan membutuhkan pengalaman dan waktu yang lebih.

Kamu datang pada waktu yang tidak tepat, saat kalut melanda diri, saat semua tak bisa dikendali. Butuh berbulan-bulan bahkan hingga satu tahun lebih lamanya aku berusaha menikmati hidup. Aku sangat malu dengan perbuatan diriku sendiri. Semua orang pernah emosi buruk, pernah merasakan rusaknya kendali diri. Itu pasti karena ada masalah pada diri sendiri.

Aku yang sangat banyak kurangnya ini memohon maaf kepada siapapun yang pernah aku sakiti, entah disengaja ataupun tidak. Dan aku sadar bahwa perilakuku hampir tepat satu tahun yang lalu adalah salah. Bukannya aku tidak tahu diri tapi saat itu aku betul-betul belum siap untuk membangun sebuah keluarga. Emosi burukku masih belum stabil, aku harus menyesuaikan diri dengan pekerjaan baru.  


Saya berdoa semoga kamu segera menemukan orang yang mengerti dirimu, yang lebih dan lebih baik dariku, yang lebih sempurna dariku. Saya sangat mengakui saya tidak sempurna, masih banyak salahnya dan kamu orang baik maka semoga kamu mendapatkan yang baik pula. Semoga segera mendapatkan pendamping hidup yang baik luar dan dalam.

Untuk diriku sendiri, semoga segera memantapkan hati untuk istiqomah menuju kebaikan. Aku bersyukur bahwa Allah SWT sangat menyayangiku lebih dari yang aku minta.

Semoga bulan ramadhan ini bisa membawa kita menjadi manusia yang lebih baik lagi. Aamiin..