Hari ini aku ingin sekali menulis beberapa hal
tentang sesuatu yang aku pahami. Yang aku pikirkan secara dalam-dalam, bertemu
dengan beberapa orang, hingga aku mengerti dibalik semua ujian dalam hidup.
Tulisan ini begitu spesial sebab aku menulis saat
esok hari sudah masuk bulan ramadhan, bulan yang penuh barokah. Bulan yang
kita tunggu-tunggu setiap tahunya. Bulan yang dimana tiap kita melakukan amal
kebaikan pahalanya berlipat. Masya’ Allah.. Rindu ketika bangun sahur, rindu
ketika berbuka bersama dan rindu ketika shalat tarawih.
Entah apa tapi ada
kecenderungan diri untuk segera menulis, mengungkapkan apa-apa yang selama ini
menjadi beban. Wahai awan, aku bahagia melihat sang mentari bersahaja menemani
dan menghangatkan hati yang terlalu dingin. Terimakasih telah memberikan
kedamaian yang engkau berikan melalui semilir angin hingga kupu-kupu tertawa dan terbang dengan sayapnya bersama kawannya. Suasana yang sangat
mendukung untuk segera menulis.
Terimakasih Tuhan telah memberikan kesempatan bagiku untuk dapat menulis dan bersabar. Hanya butuh waktu panjang untuk memikirkan ini.
Hai
dunia, aku ingin memahamimu lebih dalam. Aku ingin merasakan nikmatnya lelah
pada tiap peluh keringat sebagai bukti bahwa aku telah mencari rizki-rizki-Nya
di dunia. Butuh waktu jua untuk memantaskan diri, mempersiapkan diri menjadi
muslimah yang tetap berkarya sebagai bentuk kontribusi pada negeri. Love my
self, aku sangat mencintai diriku sendiri yang membuatku semangat untuk tetap
belajar dan bermuhasabah.
Menikah. Bukan berarti aku tidak
ingin menikah... Aku ingin menikah, tapi aku sadar bahwa aku sedang berproses dan
menyiapkan diri untuk menjadi seorang ibu. Yang dapat menjadi tauladan bagi
anaknya kelak. Dan bersyukur aku telah berproses memperbaiki. Semoga Allah tetap membersamai pada tiap jalan proses ini.
Untuk seseorang yang pernah datang ke rumah dengan maksud dan tujuan yang baik, aku sangat berterimakasih dan meminta maaf kepadamu. Bukan bermaksud aku tak menerima tapi rasanya jarak antara aku untuk menyesuaikan diri dengan pekerjaan baru, jarak antara menyembuhkan diri dengan batalnya berkarier, terlalu singkat. Iya, aku membutuhkan waktu untuk belajar memahami itu semua. Dan percaya, bahwa Tuhan Maha Baik, lebih dari yang kita ketahui.
Bukannya aku tidak
menyukai pekerjaan baru ini, hanya saja untuk menjadi seseorang yang
berpengaruh di lingkungan membutuhkan pengalaman dan waktu yang lebih.
Kamu datang pada waktu yang tidak tepat, saat kalut melanda diri, saat semua tak bisa dikendali. Butuh berbulan-bulan bahkan hingga satu tahun lebih lamanya aku berusaha menikmati hidup. Aku sangat malu dengan perbuatan diriku sendiri. Semua orang pernah emosi buruk, pernah merasakan rusaknya kendali diri. Itu pasti karena ada masalah pada diri sendiri.
Aku yang sangat banyak
kurangnya ini memohon maaf kepada siapapun yang pernah aku sakiti, entah
disengaja ataupun tidak. Dan aku sadar bahwa perilakuku hampir tepat satu tahun
yang lalu adalah salah. Bukannya aku tidak tahu diri tapi saat itu aku betul-betul belum siap untuk membangun sebuah keluarga. Emosi burukku masih
belum stabil, aku harus menyesuaikan diri dengan pekerjaan baru.
Saya berdoa semoga kamu
segera menemukan orang yang mengerti dirimu, yang lebih dan lebih baik dariku,
yang lebih sempurna dariku. Saya sangat mengakui saya tidak sempurna, masih banyak
salahnya dan kamu orang baik maka semoga kamu mendapatkan yang baik pula. Semoga
segera mendapatkan pendamping hidup yang baik luar dan dalam.
Untuk diriku sendiri,
semoga segera memantapkan hati untuk istiqomah menuju kebaikan. Aku bersyukur
bahwa Allah SWT sangat menyayangiku lebih dari yang aku minta.
Semoga bulan ramadhan
ini bisa membawa kita menjadi manusia yang lebih baik lagi. Aamiin..



