Kehidupan
Kali ini aku akan bercerita tentang
keseharianku yang mungkin semua orang juga pasti mengalaminya.
Tiap kali seseorang merasa
bahagia, tiap kali lagi merasa kecewa, tiap kali merasa sedih dan tiap-tiap itu
adalah sesuatu yang unik sembari menghiasi heseharian kita seperti nano-nano dalam hidup kita.
Terkadang kamu merasa tidak
terima dengan takdir yang terjadi padamu saat ini, itu dan kapan itu!(hahaha) Atau kamu selamanya ingin
seperti takdir yang terjadi itu. Tentunya takdir yang tak kamu terima itu pasti
sesuatu yang menyakitkan dan yang kamu inginkan untuk terjadi selamanya adalah
sesuatu yang menyenangkan. Itulah manusia, “egois”! tentu saja Tuhan lebih
mengetahui apa saja yang harus terjadi dalam hidup kita. Pengennya sih bahagia
selamanya tapi kok kalau di dunia senang selamanya kayag makan tapi dengan
varian satu rasa setiap hari pasti BOSEN! Dan Tuhan memberikan ujian pertanda
Dia menginginkan kita naik derajat ke satu tingkat ke yang lebih
tinggi hingga pada puncaknya kita menjadi hamba yang benar-benar baik (aamiin).
Terkadang manusia itu merasa
bahagia dengan sesuatu hingga akhirnya dia lupa ada kesedihan dibalik tawa. Tidak
akan selamanya kita bahagia dengan SATU hal. Seperti aku sangat menyayangi
bapak tapi Allah memanggil bapakku lebih awal hingga terjadilah kesedihan itu. Sama,
ketika kita bersama sahabat kita bisa tertawa terbahak-bahak namun pasti suatu
nanti kita akan mengalami kesedihan entah apa itu yang terjadi. Bahkan aku
selalu mengalami hal tersebut.
this's my dady.. <3
Hidup, terkadang tak seperti yang
kita inginkan. Yang kita rencanakan untuk hari besok terkadang yang terjadi
tidak mulus bahkan gagal atau sama sekali tidak terjadi! Kita yakini saja bahwa
Tuhan memiliki rencana yang lebih baik, yang penting kita sudah berusaha. (liat aja si Raissa lagi galau mikir hidupnya)
Dalam kehidupan tak selamanya
kita merasa bahagia, aku adalah tipe introvet sebetulnya tapi aku sangat
gampang sekali bercerita kepada siapa saja sehingga dapat dikatakan sedikit
terbuka. Aku juga tipe orang yang beradaptasi panjang kalau gak dipancing gak
bakalan bicara karena aku tipe orang yang unik dan aneh (katanya) kalau sudah
kenal gedung ruangan akan menjadi milikku (karena suaraku yang cempreng dan
keras banget)! Gak banget deeeh -_-‘’. So begitulah aku yang apa adanya :D
Tapi dibalik keanehanku itu semua
aku juga pintar menyimpan rahasia dan memendam masalah. Aku bukan tipe orang
yang CUEK I (meninggalkan) terhadap masalah atau tipe orang yang CUEK II
(membiarkan mengalir) masalah yang terjadi. Aku tipe orang yang berusaha
memperbaiki masalah yang terjadi. Apakah itu bisa dianggap perfeksionis? Mungkin
iya dan mungkin tidak. Kecenderungan itulah yang membuatku selalu memperbaiki
keadaan yang terjadi. aku tak ingin berlarut-larut dalam masalah. Aku tidak
ingin ada pertengkaran dan permusuhan, aku benci yang namanya CEKCOK,
RASAN-RASAN hahahaha (LEBAAAY) – kayak mau demo aja ni –‘’ yang jelas masalah
itu membuatku pusing dan aku jadi seorang yang ahli pemikir dalam urusan sosial
:’(
Cerita...
Dibalik aku yang punya seribu
sahabat aku juga suka bercerita di blog,, sekarang aku lebih terdorong untuk menulis,
sukalah.. tapi karena kesibukanku yang luarbiasaaaaa (lebay lagi deh) membuatku
jarang dan jaraaaaang sekali bahkan hampir dikatakan tidak pernah buat sharingan di blog lagi! Hahaha -_-‘’
Oke next ke pengalamanku..
Sekarang aku lagi PPL bisa
dikatakan hubunganku di PPL enggak harmonis (YEAAAH – kok malah yeah sih? )
karena mungkin beda pemikiran, beda pemahaman, atau bahkan ada yang ngiri sama
gue (gue sih biasa aja klo ada yg ngiri sama gue secara gue tu banyak bgt yg
ngefans so gue terlalu biasa diirinin) yg jelas sih permasalahan bukan dari aku
sebetulnya itu cumah sebagai pemerah blog :D
Oke next, jadi gak konsen deh mau
ngetik.. ya bisa dikatakan jadi dua kubu. Jujur terkadang sih aku gak suka sama
ketua PPL-ku, mungkin karena gimana ya... entahlah kurang tegas kali ya.. gak
bisa tegas karena sifatnya yang masih labil kalau menurutku sih...
Anehnya lagi ( kan dulu ceritanya
aku sempet benci bgt sama tu orang jadi klo sms dia yg sbg ketua aku formal-in aja bahasa smsnya hahaha :P )
nah sampe skrang klo sms pake bahasa formal dan itupun yg dikasih pengumuman
cuman aku sama temenku yg namanya 'Ela (sebelumnya aku doang) karena yg gak punya BBM cuma
kita berdua diantara semua anggota (parah banget ya hari gini gak punya pin??)
-_-
Dan terkadang aku juga sempet
tersindir atas omongannya yg dari kubu lain (termasuk kubunya bapak ketua) walau
kubu lain itu juga suka nyindir kubuku.. Sebetulnya aku sih gak kubu manapun!
Digaris bawahi, aku enggak kubu manapun! Tapi mereka yg dari kubu ketua itu kubu timur dan aku
dari kubu barat! -_-
aku kasih selingan nichun dulu biar gak boring :D
Oke gak penting itu, sekarang
inti permasalahan..., terkadang aku juga sempat berpikir apa yang membuatku
seperti ini? Memang sebelumnya aku mendapat masalah tapi lama-kelamaan hilang. Yang
memunculkan masalah adalah ketidaksepahaman di tempat PPL-ku. Ada dua orang yang
kuat di PPL-ku dan memiliki pemahaman yang sangat berbeda. Dua orang tersebut
saling mempengaruhi yang lain sehingga memunculkan dua kubu yang berbeda. Nah,
kubu dari ketuaku itu terdiri dari sekretaris PPL yang notabennya sangat keras
dan jujur aku tidak suka padanya yang entah kenapa dia tidak suka denganku ya
otomatislah aku gak suka sama dia. Setiap kali bicara denganku selalu dengan
nada kasar, emang salahku sama dia apa?? Padahal aku udah coba maafin dia
ketika dia bulshit tentang suatu acara. Tapi lama-kelamaan aku juga tersadar
bahwa perbedaan status dalam PPL itu gak penting dan gak enak banget! Maksud status
adalah kamu anggota dari itu kamu anggota dari ini dsb.. PPL itu bagai sebuah
organisasi yang didalamnya satu dengan yang lain harus saling menguatkan bukan
slaing menjatuhkan! Walaupun pamahaman itu berbeda termasuk watak dari setiap
anak. Apalagi yang terpenting adalah ketuanya. Dia mampu atau tidak menjaga
keharmonisan serta yang tidak boleh ditinggalkan adalah hubungan antara KETUA
dan WAKIL KETUA harus klop! Gak boleh dua jalan alias harus searah. Jangan dibesarkan
ego-nya! Kita udah dewasa, kita bukan anak-anak lagi kalau PPL pasti usianya 20
tahunan atau lebih apalagi untuk ketua dan wakil ketuaya setidaknya ada
komunikasi walau itu kecil sekecil biji sawi. Biji sawi itu kan pasti akan
tumbuh jikalau terus disiram dalam arti ada usaha untuk memperbaiki komunikasi
yang terjadi.
Kalau kita lihat bangunan aja,
bangunan itu kan kokoh soalnya ada semen, batu dan bata yang berkualitas sama
halnya dengan sebuah kelompok PPL bisa dikatakan bagus apabila kualitas
anggotanya juga bagus minimal baik lah dan mau berkembang. Lalu sebuah bangunan
itu akan berdiri tidak mungkin hanya terdiri dari sebuah bata saja pasti
terdiri dari beberapa bata. Kalau pengen PPL-nya berdiri dengan bagus yang
anggota-anggotanya saling menguatkan dan saling percaya bukan malah saling
menjatuhkan kalau saling menjatuhkan ya bisa dibayangin deh pasti akan rubuh
dan HANCUR.
Mungkin kalau ada waktu akan aku
tulis kembali cerita-cerita yang tersirat dalam benak.. sebetulnya masih banyak
tapi karena waktu sudah membuat aku mengantuk sekali jadi aku pikir enakan
tidur kali ya... hahaha.. bye
maksimal... J
tetap semangat aja ya... fighting!!
jangan lupa +Mar Atus Sholikhah dan +Mar atus Sholihah ^_^


%2BTrailer%2BHigh%2BQuality.flv_000029960.jpg)


