search

Senin, 04 November 2013

Rindang

Entah kenapa, aku lebih suka menulis dibanding bicara. Dan hari ini, rasanya aku ingin sekali menulis banyak hal. Ya Allah astaghfirullahal'adzim... Aku tau sudah berapa banyak dosa yang telah aku buat. Mulai dari fisik hingga batin. Jika dihitung kira-kira tiap menit pasti udah buat dosa. Mulai dari tidak bisa menahan hawa nafsu, tidak dapat mengendalikan emosi dan lain sebagainya.
Suatu ketika, aku dihadapkan pada suatu masalah. Apa yang ada dipikiran kalian? Iya jawabannya adalah dengan meluapkan segala amarah kita pada "social media" (ini adalah hal biasa yang selalu dilakukan oleh banyak remaja dan usia labil). Sebenernya ini adalah hal yang tidak biasa (wajar), karena apa? Ini adalah kondisi kita, dimana kita sedang dihadapkan pada problema hati dan jiwa kita terutama. Kondisi hati? Iya kondisi hati yang buruk dan ternyata penyebabnya adalah kurangnya kita dekat dengan Tuhan dan tidak berusaha untuk mendekatkan diri. Karena kondisi hati yang tidak karuan ini menyebabkan masalah pada jiwa kita. Jiwa yang murung, yang tidak cerah dan sering galau jika terkena masalah sedikit. Dan itu benar-benar adanya. Coba kalian cermati diri anda sendiri. Bagaimana ketika kalian jauh dengan Tuhan dan bagaimana ketika kalian dekat dengan Tuhan. Perbedaan tersebut jelas terasa. Dari situlah aku berpikir tidak ada gunanya juga kita mengadu ke social media. Social media akan bernilai baik jika yang menggunakan tepat dan digunakan untuk hal-hal yang positif atau tidak bernilai sama sekali yang artinya tidak merugikan siapa saja dan tidak menguntungkan siapapun (netral).

Well, aku akan bercerita tentang hal-hal yang positif. Aku itu orangnya moody-an. Ya alias tergantung mood. Karena pada dasarnya aku adalah anak yang nakal (tanda petik), nakal yang berarti slengek.an dan susah diatur tapi aku juga masih berfikir mana yg baik dan mana juga yang tidak baik. Karena pengaruh globalisasi akhirnya aku harus mengikuti perkembangan zaman. Dengan pergaulan yang apa adanya ternyata tidak membuatku bahagia (dihati) karena apa yang aku lakukan ternyata tidak membawa dampak yang positif bagi kehidupan dimasa yang akan datang. Ketegasan dalam berfikir ternyata juga perlu dan konsisten dalam berprinsip. Ada temanku yang mengenalkanku dengan temannya, (sebut saja inisialnya Aw) iya Aw. Sebelum mengetahui Aw aku juga udah tahu orang-orang hebat lainnya. Lewat blog, fesbuk, twitter aku mencari mana-mana saja orang hebat itu. Aw adalah seorang presiden BEM di salah satu fakultas Universitas Negeri di Indonesia. Melihat sosoknya aku pun menyimpulkan sendiri arti dari orang hebat. Ternyata orang hebat itu adalah mereka yang sangat tegas dalam berpendirian. Berprinsip, konsisten, selalu mencoba dan tentu kunci dari semuanya adalah agamanya yang benar-benar dipelihara dengan baik.

Mencoba terus menelusuri, mendekati diri sendiri dan mencoba memperbaiki. Sebagai kaum muda, salah besar apabila kita mengedepankan emosi. Dari Aw, 'sosmed' itu digunakan untuk menebarkan hal-hal yang positif. Anda (kalian) jika ingin dikatakan orang besar harus bisa mengendalikan diri. Bersikap dewasa memang perlu (karena sudah waktunya) dan memiliki tongkat iman yang kuat agar tidak gampang goyah. Sangat beruntung sekali jika kita memiliki hati yang tenang. Merubah diri itu memang sulit. Ingat kata ini, "Perubahan itu memang sulit, tapi lebih sulit jika tidak ada perubahan!" yang berarti perubahan itu emang sulit sekali, tapi hidup akan lebih sulit jika gak ada perubahan.

Kita akan menjadi orang yang paling beruntung saat kita berusaha memperbaiki diri. Menebarkan hal-hal yang positif kepada sesama lewat apapun. Secara langsung ataupun tidak langsung. Karena berbagi itu indah palagi yang dibagikan adlah hal-hal yang positif. Thank You Ya Allah, karena entah kenapa hari ini aku mulai merasakan rasa syukur yang berlimpah ruah yang ternyata membuatku lebih baik. Dan dengan motivasi orang-orang hebat disekitar rasanya aku ingin terus mewujudkan semua impianku. Ingin menjadi orang hebat agar orang-orang disekitar mau melakukan hal yang seperti kita lakukan (hal yang baik). Thank's very much, Tahun Baru Hijriah ini benar-benar luar biasa. ^_^

GO ATUS!